Just another WordPress.com weblog

Jualan Popok

Sejak saya punya baby, jadi sering ngumpulin info tentang baby. Apalagi kalau ke toko bayi. Rasanya semua barang-barangnya lucu-lucu dan ngegemessin… :D Dari kaos kaki, baju, tas, topi, gendongan, pasti yang mungil mungil ada bentuk boneka-bonekanya lucu lucu ya…

Yang namanya clodi saya sudah tau dari browsing-browsing dan ikutan milis ibu-ibu. Yang pasti harganya saat itu mahal-mahal.

Suatu hari, saya keteteran karena pembantu saya tidak masuk. Tidak masuknya lama pula. Bukan 1 atau 2 hari. Tapi 1 minggu. Jadilah semua urusan rumah saya yang pegang. Termasuk cuci dan setrika pakaian.

Agar praktis, saya menggunakan popok sekali pakai (saat masih di masa kegelapan). Tapi rasanya kok boros ya, tiap pup harus tukar. Bayi masih ASI eksklusif pupnya sering banget! Akhirnya saya browsing di internet, produk merk Anandapers yang pertama kali saya coba. Karena beberapa ibu-ibu milis merekomendasikan merk tersebut.

Lama-lama si produk yang pakai nama Ekstra Serap ini konon gampang bocor samping.  Keep browsing and browsing, saya menemukan beberapa produk clodi lokal yang lebih murah. Pertama kali saya coba GG dan Enphilia Original. Belinya waktu itu di pameran di JCC. Kalau harga pameran kan konon lebih murah ketimbang harga OL Shop :)

Ternyata memakai GG dan Enphilia ini asik  :) . Dengan memakai clodi ini, kalau ditinggal pembantu, paling tidak meringankan saya mengurangi jumlah cucian si bocil (bocah cilik) Nabila.

Setelah saya jatuh cinta dengan clodi ini, akhirnya saya mencoba untuk berdagang. Mudah-mudahan sukses. Mohon doanya… :D

Well, disini alamat jualan popok saya: http://galeripopok.com

Boleh berkunjung dan silakan belanja :)

si sarjana ASI

Nabila sekarang sudah berumur 6 bulan 1 hari. Hari Jumat saat 1 hari menuju 6 bulan, keluarga kecil kami mengadakan pesta kecil di rumah. Dengan bekal topi toga yang dibuat dari karton dan kaos sablonan yang udah di pesen jauh jauh hari, sebelum berangkat ke bandara diadakan poto bersama abi dan bunda. :D

Hahahaha.. lucuuuu deh… si sarjana asi dengan predikat A-, sudah mendapatkan asi sepanjang umur 6 bulannya. Sudah mencicipi 0,5 ml tempra pasca ipd akibat demam sampai 38,3 derajat celcius, tidak tercampur sufor, tapi sempat mencicipi 8 sendok @ 3 tetes becombion, 1 sendok @ 0,5 ml apyalis, dan 4 sendok teh air putih… (maafkan bunda mu ya nak..) Akibat saat baru lahir ga tau kalo yang namanya asi eksklusif ga campur air putih atau vitamin apapun alias cuma boleh asi tok!

Saat 6 bulannya kemarin, anak ku sudah mencicipi jus apel fuji, yang dikukus dahulu. Makannya masih belepotan. Dan setengah daripada nya tumpah dilepeh-lepehin. Namanya juga baru belajar makan ya. Jadi belum 100 % ketelan ya ga apa lah.

Lucunya di saat makan pertamanya, aku sudah mengkukus apel dari jam 7 pagi. Niat memandikannya jam 8, dan makan saat jam 9. Eh, anaknya malah tidur abis di mandikan. Jadi lah makan pertamanya molor di jam setengah 11 siang. Hari kedua ini juga sama. Malah sebelum di mandikan, baju sudah dibuka, malah molor anaknya. Hu.. hu… hu…

Malam hari, ketauan pup nya agak kehijauan. Mungkin karena udah masuk apel ya..  Ayo nak.. kita belajar makan lagi yah!

Nabila sayaaang…

Apalagi yang Engkau kejutkan untuk bundamu ini, Nak. Sekarang sambil posisi tengkurep melihat PD Bunda mu ini senyum-senyum kegirangan. Usiamu baru 5 bulan Sayangku… Menyambut gembira, senyum, ketawa dan antusias sama yang namanya nenen.

Kadang nenen sambil posisi tengkurep, bundanya tidur miring di bawah ngikutin posisi kamu. Kadang dari jarak 1 meter, ngejar Bunda dengan gaya kodok sampe masuk ke ketek Bunda kepalanya. Kadang guling-guling sampai disamping Bunda… Dengan lahapnya.. haup haupp… nenen…

Ya Allah, apa yang Engkau ciptakan sungguh ajaib. It’s a miracle for me! Senyum mu memandang Bunda lebih berarti.

Sayang Bunda Untukmu…

Puasa Sea Food

Aku penyuka ikan laut, daging, dan sambal. Dalam satu minggu pasti akan kuselipkan makan ikan di menu yang kusajikan.

Salah satu ikan yang aku suka adalah tongkol. Daripada tuna, tongkol lebih enak menurutku. Favoritku untuk tongkol adalah asam padeh.

Aku baru tau kalau tongkol salah satu pemicu DA (dermatitis atopi) untuk Nabila. Setelah ke bela-belain ke dokter kulit ingin tau pemicu apa saja yang menyebabkan DA, ternyata dokter menolak. Karena harus periksa darah katanya. Untuk anak seumur dia belum perlu. Nanti saja kalau sudah besar bu. Tapi kemungkinan kalau ibu ada riwayat alergi, kemungkinan besar akan menurun kepada anak.

Aku memang punya riwayat alergi waktu kecil. Dan itu tau setelah tes darah, dengan beberapa tusukan di tangan. Salah satunya adalah ikan laut which is now my favorit food! Alergi itu lama-lama menghilang setelah bertambah usiaku.

Dokter memberikan obat puyer dan sabun cair. Dan aku TIDAK MENEBUS nya! Kenapa? Karena DA akan hilang dalam waktu kurang lebih 3 hari. Nabila masih ASI eksklusif insya Allah. Tidak perlu puyer yang aneh-aneh.

Setelah selesai masalah tongkol, datang lagi DA gara-gara aku makan telur mata sapi setengah matang. Aih… Maafkan bunda ya Nak! Kulitmu jadi merah-merah gara-gara Bunda. Ga lagi-lagi bunda makan tongkol, udang, cumi, kerang, telur setengah matang selama kamu masih minum ASB (air susu bunda) hihihihi…

Guling guling

Senengnya liat Nabila dah bisa balik dari telungkupnya. Semakin hari, semakin bertambah pinternya..

Dia bisa telungkup di usia 3 bulan. Kepalanya kuat di usia 3,5 bulan kira-kira… Masuk 4 bulan dah bisa nungging2 dan di usia 4 bulannya dah bisa maju meraih barang yang ada di hadapannya walau akhirnya masuk ke mulut… Memang merangkaknya belum sempurna sih ya… Masih seperti ulet, pantat di atas kepala dibawah… Hahahay…

Udah 2 hari terakhir ini dia lancar berbalik dari tengkurapnya ke posisi telentang.. Alhasil guling-guling dari ujung kasur ke ujung nya lagi… Terpaksa deh dipagarin ama bantal di pinggir2 kasurnya…

Nabila, Bunda sayang kamu…

Cabe oh cabe

Sejak stay di rumah aja, aku bergaul dengan tetangga, abang tukang sayur, mpok yang jualan sayur depan kompleks, atau si kokoh dan encik yang jualan aqua galon. Jadi aku tau harga bahan makanan, kerjanya pembantu and ngurusin anak. Sekali waktu harga tomat melambung. Biasanya kalau beli tomat 1/2 kg 3500 rupiah, ketika melambung harga tomat 1/2 kg 6000 rupiah. Itu beli di warung atau di abang tukang sayur lewat loh!

Karena keluargaku penggemar makanan pedas, yang wajib dibeli tiap minggu adalah bawang merah, bawang putih, tomat dan cabe. Biasanya tinggal minta si mba di rumah buat menggiling 1/4kg cabe untuk kebutuhan makan cabe 1 minggu. Lauknya bisa apapun ya.. Daging di cabe jadi dendeng balado. Ikan di cabe jadi ikan balado. Atau sesekali ayam dicabe jadi ayam balado.

Lagipun, untuk makanan mencabe adalah makanan paling gampang kalau mau cepat saji ala rumahku. Tiap minggu, cabe yang udah diulek dimasak tinggal masukin freezer. Tiap mau makan, tinggal goreng lauknya lalu cabe pun tinggal srengg sreng sreng… dicampur dan jadilah sesuatu yang di balado!

Saat ini, harga cabe sedang melambung.. Kalo kata tukang sayur 1kg cabe 40000 rupiah. Kalau beli 1/4 biasa di jual 11000-12000. Biasanya harga cabe 1/4kg berkisar 4500-5000 rupiah. Kenaikannya lebih dari dua kali lipat sodara sodara!

Dua minggu ini, makan mengkonsumsi cabe pun dikurangi. Alhasil aku jadi rindu berat sama makanan bercabe itu.

Jadilah kemarin beli cabe di tukang sayur begini, Saya, “bang, bawa cabe gak?” Tkg Sayur, ” Ada bu ini satu plastik 1/4kg… ini 1/4 saya jual 11000″ Saya, ” Saya beli setengahnya aja ya. Boleh kan!” Tkg Sayur, “Kalau 1/4 saya jual 11rb bu, kalo setengahnya 6rb.. mending beli 1/4 bu!” Saya, “Setengahnya aja deh, cabe lagi ngetop kan! Boleh kan ya!” Tkg Sayur, “Iya boleh bu..” Akhirnya si tukang sayur membagi dua isi cabe di plastik tadi.

Karena pembantuku ga masuk dah hampir 1 minggu, saya pun menggiling cabe tadi hanya untuk 1 kali masak dendeng balado. Setelah makan dendeng balado, baru lidah ini pun kembali berasa… “Ini baru makan!”

Oh cabe.. kapan hargamu turun?

My Baby Born

Andina Nabila AdzraSejak hamil masuk trimester tiga, apapun rajin aku lakukan demi kelahiran normal. Dari senam hamil, nungging, jalan pagi. Tapi apa mau dikata, ketika sudah masuk ruang bersalin ternyata sudah 4 jam di induksi pembukaan masih teteup 1 sementara air ketuban sudah pecah dari tengah malam. Melahirkan dengan sectio akhirnya menjadi pilihan keluargaku.

No IMD

Dari trimester tiga itu pula aku tau apa itu IMD. Inisiasi Menyusui Dini. Normalnya ketika bayi baru lahir, tanpa harus dibersihkan ia ditaruh di dada ibu untuk mencari puting sendiri. Disini ia akan belajar untuk menyusui lebih awal.

Melahirkan secara sectio, aku dibius spinal. Setengah badan kebawah. Aku sadar dan tidak bisa tidur di ruang operasi kala itu.Aku mendengar dokter memanggil seluruh crew di ruangan operasi untuk mendorong dan menghitung 1 sampai 3. Lalu kudengar kata-kata 4 Maret 2010, 12:42, dan “ada kalung nya 1″

Aku tidak mendengar ada tangisan bayi saat itu. Yang aku tau, ada tangisan bayi dari luar ruangan dan aku sadar di kamar operasi ini hanya aku yang sedang operasi sectio. Tidak lama suster masuk membawakan seorang bayi mungil di bungkus kain biru dan berkata, “ibu selamat ini anaknya perempuan. Dicium dulu ya bu…” Aku yang saat itu setengah mati rasa mencium pipi nya. “Dikenalkan dengan puting ya bu” Lalu suster itu meletakkan kepalanya di dadaku dan badannya dipegangnya dari arah kepalaku… “Wah pinter bu bayinya udah bisa MENGHISAP” saat itu benar-benar mati rasa. Aku tidak merasakan apa-apa. Lalu foto dengan si bayi dan suster membawanya keluar ruangan untuk di adzan kan..

Ini namanya COLOSTRUM

Seharian setelah operasi, aku tidak di izinkan untuk menemui si bayi. Hanya boleh ayahnya. Mungkin karena aku harus bed rest pasca operasi. Keesokan paginya, si bayi dibawa ke dalam kamarku. Dan saat itu aku mencoba menghapal mukanya, dan believe it or not,, dia yang keluar dari rahimku! Suster mengajarkanku untuk menyusui dengan badan miring. Dan it’s amazing! Dia bisa! Dia bisa menghisap.. Suster berkata “itu asinya sudah keluar bu!” Yang aku tau ASI itu putih. Seperti susu. Tapi kenapa yang ini bening?? Tidak lama DSA nya masuk mengunjungi kami. Dia bilang itu namanya COLOSTRUM. Menurut beliau itu bagus buat bayi. Alhamdulilah, setelah itu keluar ASI beneran…

Bayiku sehari pertama belum minum. Dia minum mulai hari kedua. Saat-saat itu adalah momen yang berharga untuk seorang ibu baru seperti aku. Walau IMD nya imd-imd-an, memberikan asi eksklusif adalah hal yang paling berharga untukku.

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.