2+ year preschooler or not

Let’s start writing again… Setelah lama tidak pernah menulis blog.

Putri kecilku sudah 2 tahun, bulan juni ini usianya menginjak 2 tahun 3 bulan. Di bulan mei kemarin ketika suami ada di Indonesia, sempat mencari beberapa sekolah preschool atau kelompok bermain tepatnya. Jelas dalam preschool di usia 2+ ini tujuan kami bukan agar Nabila bisa cepat membaca, berhitung, berbahasa asing, atau mengaji. Alasan kami yang paling kuat adalah agar kemampuan sosial Nabila berkembang.

Nabila di rumah sangat aktif dan cerewet. Dia cepat sekali meniru apa yang diucapkan oleh orang disekitarnya. Apalagi diajarkan bernyanyi. Paling cepat hapal! Namun ketika nabila berada di tempat umum dia pemalu, bahkan seringkali minta di gendong  oleh orang tuanya tanpa mau melihat lawan bicara yang belum dia kenal. Ketika dengan anak sebayanya, hanya beberapa orang saja yang bisa bergaul dengannya. Ini salah satu alasan kenapa saya ingin sekali memasukkan dia ke preschool/kelompok bermain.

Ketika pertama kali datang ke KB/TK Tunas Cendikia daerah Serua, Ciputat, Nabila langsung antusias melihat mainan di halaman sekolah. Dia juga tampak suka dengan kelas yang isinya bisa dibilang hampir mainan semua. Saya dan suami sangat yakin dengan memilih sekolah tersebut. Apalagi jarak sekolah termasuk dekat dengan rumah.

Saya sempat konsul ke teman-teman pengajian, pastinya ibu-ibu disitu punya anak yang lebih dulu menyekolahkan anaknya. Jadi, pendapat mereka cenderung ‘nanti saja tunggu 1 tahun lagi’. Menurut mereka kelas kelompok belajar tadi cukup 1 tahun. Tepatnya di usia 3 tahun. Katanya takutnya si anak bosan. Gitu katanya. Kalau masalah sosial, si anak bawa saja bermain dengan teman2nya di sore hari.

Sebenarnya saya suka membawa Nabila main sore hari. Hanya saja terkadang cuaca hujan atau saat sore hari dia masih tidur. Maklumlah, anak seumur ini belum bisa dipaksa untuk tidur siang tepat waktu.

Jadilah saya bingung lagi. So, sekolah tahun ini atau tahun depan?