My Baby Born

Andina Nabila AdzraSejak hamil masuk trimester tiga, apapun rajin aku lakukan demi kelahiran normal. Dari senam hamil, nungging, jalan pagi. Tapi apa mau dikata, ketika sudah masuk ruang bersalin ternyata sudah 4 jam di induksi pembukaan masih teteup 1 sementara air ketuban sudah pecah dari tengah malam. Melahirkan dengan sectio akhirnya menjadi pilihan keluargaku.

No IMD

Dari trimester tiga itu pula aku tau apa itu IMD. Inisiasi Menyusui Dini. Normalnya ketika bayi baru lahir, tanpa harus dibersihkan ia ditaruh di dada ibu untuk mencari puting sendiri. Disini ia akan belajar untuk menyusui lebih awal.

Melahirkan secara sectio, aku dibius spinal. Setengah badan kebawah. Aku sadar dan tidak bisa tidur di ruang operasi kala itu.Aku mendengar dokter memanggil seluruh crew di ruangan operasi untuk mendorong dan menghitung 1 sampai 3. Lalu kudengar kata-kata 4 Maret 2010, 12:42, dan “ada kalung nya 1”

Aku tidak mendengar ada tangisan bayi saat itu. Yang aku tau, ada tangisan bayi dari luar ruangan dan aku sadar di kamar operasi ini hanya aku yang sedang operasi sectio. Tidak lama suster masuk membawakan seorang bayi mungil di bungkus kain biru dan berkata, “ibu selamat ini anaknya perempuan. Dicium dulu ya bu…” Aku yang saat itu setengah mati rasa mencium pipi nya. “Dikenalkan dengan puting ya bu” Lalu suster itu meletakkan kepalanya di dadaku dan badannya dipegangnya dari arah kepalaku… “Wah pinter bu bayinya udah bisa MENGHISAP” saat itu benar-benar mati rasa. Aku tidak merasakan apa-apa. Lalu foto dengan si bayi dan suster membawanya keluar ruangan untuk di adzan kan..

Ini namanya COLOSTRUM

Seharian setelah operasi, aku tidak di izinkan untuk menemui si bayi. Hanya boleh ayahnya. Mungkin karena aku harus bed rest pasca operasi. Keesokan paginya, si bayi dibawa ke dalam kamarku. Dan saat itu aku mencoba menghapal mukanya, dan believe it or not,, dia yang keluar dari rahimku! Suster mengajarkanku untuk menyusui dengan badan miring. Dan it’s amazing! Dia bisa! Dia bisa menghisap.. Suster berkata “itu asinya sudah keluar bu!” Yang aku tau ASI itu putih. Seperti susu. Tapi kenapa yang ini bening?? Tidak lama DSA nya masuk mengunjungi kami. Dia bilang itu namanya COLOSTRUM. Menurut beliau itu bagus buat bayi. Alhamdulilah, setelah itu keluar ASI beneran…

Bayiku sehari pertama belum minum. Dia minum mulai hari kedua. Saat-saat itu adalah momen yang berharga untuk seorang ibu baru seperti aku. Walau IMD nya imd-imd-an, memberikan asi eksklusif adalah hal yang paling berharga untukku.