Cabe oh cabe

Sejak stay di rumah aja, aku bergaul dengan tetangga, abang tukang sayur, mpok yang jualan sayur depan kompleks, atau si kokoh dan encik yang jualan aqua galon. Jadi aku tau harga bahan makanan, kerjanya pembantu and ngurusin anak. Sekali waktu harga tomat melambung. Biasanya kalau beli tomat 1/2 kg 3500 rupiah, ketika melambung harga tomat 1/2 kg 6000 rupiah. Itu beli di warung atau di abang tukang sayur lewat loh!

Karena keluargaku penggemar makanan pedas, yang wajib dibeli tiap minggu adalah bawang merah, bawang putih, tomat dan cabe. Biasanya tinggal minta si mba di rumah buat menggiling 1/4kg cabe untuk kebutuhan makan cabe 1 minggu. Lauknya bisa apapun ya.. Daging di cabe jadi dendeng balado. Ikan di cabe jadi ikan balado. Atau sesekali ayam dicabe jadi ayam balado.

Lagipun, untuk makanan mencabe adalah makanan paling gampang kalau mau cepat saji ala rumahku. Tiap minggu, cabe yang udah diulek dimasak tinggal masukin freezer. Tiap mau makan, tinggal goreng lauknya lalu cabe pun tinggal srengg sreng sreng… dicampur dan jadilah sesuatu yang di balado!

Saat ini, harga cabe sedang melambung.. Kalo kata tukang sayur 1kg cabe 40000 rupiah. Kalau beli 1/4 biasa di jual 11000-12000. Biasanya harga cabe 1/4kg berkisar 4500-5000 rupiah. Kenaikannya lebih dari dua kali lipat sodara sodara!

Dua minggu ini, makan mengkonsumsi cabe pun dikurangi. Alhasil aku jadi rindu berat sama makanan bercabe itu.

Jadilah kemarin beli cabe di tukang sayur begini, Saya, “bang, bawa cabe gak?” Tkg Sayur, ” Ada bu ini satu plastik 1/4kg… ini 1/4 saya jual 11000″ Saya, ” Saya beli setengahnya aja ya. Boleh kan!” Tkg Sayur, “Kalau 1/4 saya jual 11rb bu, kalo setengahnya 6rb.. mending beli 1/4 bu!” Saya, “Setengahnya aja deh, cabe lagi ngetop kan! Boleh kan ya!” Tkg Sayur, “Iya boleh bu..” Akhirnya si tukang sayur membagi dua isi cabe di plastik tadi.

Karena pembantuku ga masuk dah hampir 1 minggu, saya pun menggiling cabe tadi hanya untuk 1 kali masak dendeng balado. Setelah makan dendeng balado, baru lidah ini pun kembali berasa… “Ini baru makan!”

Oh cabe.. kapan hargamu turun?