Puasa Sea Food

Aku penyuka ikan laut, daging, dan sambal. Dalam satu minggu pasti akan kuselipkan makan ikan di menu yang kusajikan.

Salah satu ikan yang aku suka adalah tongkol. Daripada tuna, tongkol lebih enak menurutku. Favoritku untuk tongkol adalah asam padeh.

Aku baru tau kalau tongkol salah satu pemicu DA (dermatitis atopi) untuk Nabila. Setelah ke bela-belain ke dokter kulit ingin tau pemicu apa saja yang menyebabkan DA, ternyata dokter menolak. Karena harus periksa darah katanya. Untuk anak seumur dia belum perlu. Nanti saja kalau sudah besar bu. Tapi kemungkinan kalau ibu ada riwayat alergi, kemungkinan besar akan menurun kepada anak.

Aku memang punya riwayat alergi waktu kecil. Dan itu tau setelah tes darah, dengan beberapa tusukan di tangan. Salah satunya adalah ikan laut which is now my favorit food! Alergi itu lama-lama menghilang setelah bertambah usiaku.

Dokter memberikan obat puyer dan sabun cair. Dan aku TIDAK MENEBUS nya! Kenapa? Karena DA akan hilang dalam waktu kurang lebih 3 hari. Nabila masih ASI eksklusif insya Allah. Tidak perlu puyer yang aneh-aneh.

Setelah selesai masalah tongkol, datang lagi DA gara-gara aku makan telur mata sapi setengah matang. Aih… Maafkan bunda ya Nak! Kulitmu jadi merah-merah gara-gara Bunda. Ga lagi-lagi bunda makan tongkol, udang, cumi, kerang, telur setengah matang selama kamu masih minum ASB (air susu bunda) hihihihi…