Jeddah – The bride of red sea

Ketika suami dapat tugas ke jeddah dan kami diajak ikut, apa yang dibayangkan pertama kali? Umroh ke haromain, belanja abaya, gamis di pasar balad dan jalan-jalan ke pantai. Alhamdulillah semuanya bisa tercapai.

Umroh ke haromain

Jeddah dan mekkah berjarak kira2 80 kilometer menggunakan jalur darat. Sejarahnya pada ke khalifahan ketiga Utsman bin Affan Jeddah sea port menjadi pintu masuk utama bagi muslim di seluruh dunia yang ingin berhaji ke mekkah see wikipedia Di dunia modern seperti sekarang, para jamaah haji dan umroh tentu sudah menggunakan pesawat yang pasti lebih cepat dan praktis. Tentu jeddah juga menjadi pintu masuk ke madinah. Another haromain. Tapi sekarang di madinah sudah ada bandara sendiri. Jamaah umroh atau haji bisa langsung mendarat disana.

Dekatnya jeddah dan mekkah menjadi suatu kemudahan bagi kami untuk bisa mengunjungi haromain. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, 1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan sendiri kami sudah bisa ibadah di harom.

Pasar balad

Pasar balad ini pasar yang pasti dikunjungi jamaah indonesia. Sampai2 pedagang2 di pasar tersebut bisa berbahasa indonesia. Lihat saja plang tokonya, banyak yang menambahkan kata “murah”. Seperti “toko ali murah” atau “toko kamal murah”. Lalu saya baca di salah satu sudut toko tulisan spt ini kurang lebih bunyinya “selamat datang para jamaah indonesia, kami memberikan diskon spesial untuk pembelian pakaian jadi di toko kami”. Lalu saya geleng-geleng, berita di tv tentang kelebihan bagasi para jemaah haji itu memang mungkin terjadi. Karena orang indonesia ini suka belanja.😀

Suatu hari ketika mencari parkiran di pasar balad ini,  kami nyasar dan menemukan site kota tua jeddah. Ada bangunan-bangunan lama yang mungkin dulunya merupakan kantor-kantor pemerintahan setempat. Ah sayang waktu itu ga bawa kamera.

Di site kota tua ini ada yang menjadi ciri khas bangunannya. Yaitu jendela-jendela di cover dengan ukiran ukiran kayu. Lalu ingat kayu jati dari indonesia. Ah negriku juga punya kayu dan ukiran2nya.

Pantai

Jeddah mendapat julukan the bride of the red sea. So, who is the groom?

Melihat sepanjang pantai bisa diakses pakai mobil.. asyiiik.. apalagi banyak taman bermain anak2 yang ada pelosotan, ayunan, pasir2.. huhuhu.. tiap kali ngabuburit kita kesini aja ya abi.. gelar tiker, bawa makanan dari rumah, bawa termos air hangat.. yuk ah pikinik..😀

image

image

image

image

image

image