bertemu syiah, ziarah ke madinah

image

Satu minggu setelah ‘aidul fitri,
mumpung majikan dapat jatah libur,
kami berniat ziarah ke madinah…

Entahlah, seperti rindu yang sangat karena terakhir kesini di awal tahun bersama orangtua dan mertua.

Saya punya shaf favorit kalau masuk ke mesjid ini. Biasanya saya mengambil shaf melalui pintu utara sebelah kiri dan sayap kanan terdepan tempat anak2 boleh ikut masuk. Bukan apa2,  maklum lah kalau ibu yang bawa anak tidak mungkin masuk sampai dalam dan shaf terdepan. Jadi saya memilih shaf terdepan yang anak2 boleh ikut saja.

Di waktu magrib itu, saya terkaget2 karena beberapa orang yang sholat disebelah saya, sholat sambil ngobrol. Saat itu sedang tahyat akhir dan menunggu salam. Apakah mic imam rusak hingga tak terdengar salam? Rupanya tidak. Mereka memang ngobrol.!!!! Setelah imam selesai salam, mereka langsung bangun lagi meneruskan sholat nya. Aih… Mereka juga bukan masbuk.. Jelas2 mulai bersama saya bersamaan.

Saya pun mulai curiga. Melirik seusai sholat, ada yang janggal. Yang satu saat sujud merapikan tasbih sehingga keningnya mengenai si tasbih. Yang satu lagi sujud menggunakan batu/kayu berbentuk pentagon atau hexagon.  Sholat nya pun tidak dengan salam. Hanya mengangkat tangan tiga kali sambil duduk.

Ah, jelas lah ini sholat ala syiah.

Saya keluar mesjid selepas sholat magrib untuk makan malam. Kembali lagi untuk sholat isya. Ternyata rombongan syiah ini lagi banyak sekali. Saat adzan isya berkumandang saat itu, saya sedang mencari shaf kosong. Melewati wanita yang sedang sholat dan saya liat lagi ada yang sujud terang2an menggunakan batu/kayu. Maaak… Syereem…

Di depan saya hijab terbuat dari kayu terukir ukir. Sehingga tampak jelas shaf depan dari tempat saya duduk walau dibatasi hijab.

Ada ibu2 baru datang di depan didalam hijab itu. Bukan 1. Mungkin 3, 4, atau 5 orang. Mereka memilihi duduk bersandar di hijab itu. Begitu datang mereka sholat. Entah sholat berapa kali, dengan menjadikan tasbih mereka tempat sujud untuk kening mereka. Saat sholat isya, mereka tidak ikut sholat bersama imam sodara sodari.!!!! Mereka hanya duduk dan ada juga yang tidur2an. Malah yang disebelah saya sampai memutus shaf orang sholat karena dia tidur!

Setelah imam sholat, mereka bangun dan sholat ala mereka itu.

Ah, sudah lah. Mungkin itu memang ajaran imam mereka…

Di pagi hari ketika mengantri ke raudah, lagi2 mereka disekeliling saya. Ada yang sholat pakai tissue untuk alas kening, ada juga yang tidak. Tapi tetap cara mereka mengakhiri sholat nya dengan mengangkat tangan 3x.

Lalu bocah yang bersama saya, rupanya memperhatikan juga.

Sambil nyeletuk, “ummi… kok mereka sholat nya gitu… sholat apa mereka? ummi ga sholat kayak gitu?”

“ummi ga tau nak mereka sholat apa. ummi sholat nya ga kayak gitu. Kita sholat nya nanti aja ya di karpet hijau.”

Lalu saya tersadar, betapa perlu menanamkan akidah islam yang benar kepada anak kita sejak dini. Anak2 melihat, memperhatikan lalu meniru. Kalau tidak ada pengawasan, siapa yang mau meluruskan. karena mereka belum tau mana yang benar dan mana yang salah.