jilbab untuk anak perempuan

image

Hari ini ada dua hal yang berbeda 180 derajat. Keduanya tentang jilbab pada anak perempuan.

Saya tidak memaksakan jilbab dipakai oleh anak saya yang berusia 4 tahun. Tapi dia mencintai jilbab karena dia melihat ummi nya keluar rumah berjilbab dan beberapa teman perempuannya *tentu yang orang indonesia* berjilbab. Warna jilbab yang paling dia sukai pun hitam. Bak wanita dewasa yang tinggal di Arab. Kalau stok abaya hitam banyak, dia pun suka sekali pakai kalau keluar rumah. Sayang dia hanya punya 2 pcs. Dan biasanya saya pakaikan kalau mau ikut sholat ke mesjid saja.

Ketika mengunjungi dokter kandungan, beliau berpesan untuk tidak memakaikan anak2 jilbab pada usia dini.. Menurut beliau anak2 butuh kena sinar matahari. Butuh terkena vitamin D. Dan itu hanya berasal dari sinar matahari.

Saya sendiri tidak selalu memakaikan pakaian tertutup sempurna pada anak saya. Terkadang dengan baju terusan rok panjang sebetis, dengan baju berlengan pendek, namun si anak tetap menggunakan jilbab. Kenapa? Karena anak saya malu jika keluar rumah tanpa jilbab. Entahlah.. mungkin dia memang benar2 melihat saya keluar rumah selalu ber hijab.

Keluar dari ruang dokter, masih di dalam rumah sakit, orang2 arab malah takjub melihat anak kecil mau menggunakan hijab. Sampai ada yang mendoakan si anak ini solehah sampai besar kelak inshaa Alloh.

Lalu apakah saya harus memaksa si anak untuk tidak berjilbab jika keluar rumah? Sepertinya tidak begitu juga. Bisa diakali setiap pagi bermain di luar rumah. Dan tidak memakaikan jilbab selalu tertutup untuk anak sekecil dia.

Dan tahukah…, orang2 Indonesia itu terkenal suka memakaikan  jilbab pada anak kecil di Arab sini. Terkadang ada yang takjub tapi ada juga yang terheran2 mengapa anak bayi dipakaikan jilbab sejak dini.